Pusat Penelitian LP2M IAIN Pontianak menyelenggarakan Training Plagiasi Checker Turnitin, Jumat (18/5) Pukul 14.00 di Ruang Teater Gedung Biro AUAK IAIN Pontianak. Menghadirkan instruktur dari iGroup (Asia Pasific) Limited, Sastriyati, S.E. Sebanyak 50 dosen di lingkungan IAIN Pontianak mengikuti kegiatan tersebut.

Kepala Pusat Penelitian LP2M IAIN Pontianak, Dr. Imron Muttaqin, MA menyebut jika kegiatan ini terlaksana berdasarkan peraturan pusat tentang Plagiasi di Perguruan Tinggi yang mana menjadi agenda serius yang dicanangkan oleh pusat. Karena itu Pusat Penelitian LP2M IAIN Pontianak berlangganan Plagiasi Checker Turnitin dan melaksanakan pelatihan singkat untuk menggunakan aplikasi tersebut.

“Hari ini para dosen dilatih untuk menggunakan aplikasi Plagiasi Checker Turnitin sekaligus mengaplikasikannya pada artikel yang dimiliki oleh masing-masing dosen. Harapannya training singkat ini dapat bermanfaat bagi setiap dosen dalam menyusun paper, jurnal, maupun penelitian yang berkualitas dan bebas dari plagiasi.”ungkapnya.

Ketua LP2M IAIN Pontianak, Drs Marsih Muhammad, M.Ag mengatakan “Training ini sangat baik khususnya bagi dosen dan umumnya bagi seluruh civitas akademika IAIN Pontianak. Guna melihat adakah unsur plagiasi dari karya mereka yang nantinya digunakan sebagai syarat kenaikan pangkat atau untuk kepentingan lainnya. Kami berharap dengan adanya training ini para dosen bisa memverifikasi sendiri hasil karyanya, sehingga nantinya karya tersebut original tanpa plagiasi sedikitpun.” jelasnya.

Salah satu dosen sekaligus Sekretaris Jurusan PAI, Syamsul Kurniawan, M.S.I yang ikut dalam training singkat tersebut mengutarakan jika kegiatan ini sangat bermanfaat sekali bagi mahasiswa dan dosen. Dalam hal ini mahasiswa dan dosen dapat berhati-hati saat menyusun setiap karya tulis ilmiah. Namun ia juga berharap training seperti ini perlu digalakkan ke depannya.”

Training singkat seperti ini bagus dan sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan dosen. Penting saya kira jika kegiatan seperti ini terus disosialisasikan di kalangan mahasiswa dan dosen lainnya. Banyak karya yang terdeksi plagiasi bukan karena niat ingin plagiasi, tetapi karena mereka tidak mengerti batasan-batasan plagiasi.” Tandasnya.

Sementara itu, peserta lainnya Mulyadi, M.Pd mengatakan “Ini aplikasi yang ditunggu-tunggu bagi segenap kalangan khususnya dosen dan mahasiswa. karena setiap karya yang dihasilkan nantinya dapat diverifikasi maupun dicheck dalam Plagiasi Checker Turnitin ini.” paparnya. (Septian Utut).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here