Pontianak, (iainptk.ac.id) Rabu, 9 September 2026 — Ma’had IAIN Pontianak diarahkan untuk semakin diperkuat sebagai pusat pembinaan mahasiswa, khususnya dalam kompetensi keagamaan, bahasa, karakter, serta pengembangan soft skill dan hard skill. Penguatan tersebut dibahas dalam koordinasi yang dihadiri Kepala Biro AUAK IAIN Pontianak, Dr. H. Moh Junaidin, MA., Wakil Rektor II Dr. Zulkifli, S.Ag., MA., Mudir Ma’had Dr. Buhori, M.Pd., pengurus Ma’had, serta unsur perencanaan dan keuangan di Aula Senat Lt.4 Rektorat, (09/09/2026).
Mudir Ma’had, Dr. Buhori, M.Pd., menyampaikan bahwa pengembangan program tetap mengacu pada praktik pembinaan yang telah berjalan sebelumnya, terutama penguatan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) melalui klasifikasi kemampuan mahasiswa.
“Periode September sampai Desember kita rencanakan satu sesi selama empat bulan. Kurikulum diprioritaskan untuk BTQ dan mahasiswa akan diklasifikasikan berdasarkan kemampuan,” jelasnya.
Pola tersebut merupakan pengembangan dari praktik Ma’had sebelumnya yang mencakup BTQ, praktik ibadah, pembiasaan salat berjamaah, pembelajaran bahasa, dan kajian keislaman.
Wakil Rektor II, Dr. Zulkifli, S.Ag., MA., menegaskan pembinaan perlu menghasilkan kompetensi yang lebih luas.
“Target kompetensi mencakup kemampuan BTQ yang baik, bahasa, pembentukan karakter, serta soft skill dan hard skill,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Biro AUAK, Dr. H. Moh Junaidin, MA., menekankan pentingnya pengembangan program yang terencana dan didukung tata kelola sumber daya yang baik.
“Program harus kita tata dengan baik dan dilaksanakan secara bertahap agar dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dr. Junaidi juga meminta Gerakan Subuh Berkah kembali digalakkan sebagai bagian dari pembentukan kebiasaan dan karakter religius mahasiswa.
Koordinasi lintas unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pengembangan Ma’had berjalan selaras antara program, perencanaan, kesiapan sumber daya, dan tata kelola kelembagaan.
Penulis : Fitria R
Editor : Bambang




