Pontianak (iainptk.ac.id) Rabu, 16 September 2026. Lembaga Munzalan Mubarakan melakukan silaturahmi dan audiensi bersama pimpinan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak di ruang kerja Rektor IAIN Pontianak. Pertemuan tersebut membahas rencana kolaborasi dalam pengembangan dan pengkaderan sumber daya mahasiswa melalui kegiatan kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, kerelawanan, serta pemberdayaan ekonomi berbasis zakat dan wakaf produktif.
Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan Munzalan Mubarakan, di antaranya Adam, Lutfi, dan Zahwan. Dari pihak IAIN Pontianak, hadir Rektor IAIN Pontianak Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Prof. Dr. H. Zaenuddin, M.A.
Perwakilan Munzalan Mubarakan menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi langkah awal untuk memperluas ruang pembelajaran mahasiswa melalui pengalaman langsung di lapangan.
“Pertemuan pertama ini kami ingin kolaborasi antara mahasiswa dengan bidang SDM. Karena memang kami fokusnya kemanusiaan, kepedulian, pendidikan, dan kesehatan, jadi insyaallah semuanya ini bisa kita kolaborasikan,” ujar Adam.
Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat mendukung berbagai program kemanusiaan yang dijalankan Munzalan Mubarakan.
“Harapannya karena kami jujur SDM juga terbatas, maka kalaupun mau melakukan kaderisasi ataupun kolaborasi ini, mudah-mudahan bisa dengan mahasiswa yang ada di sini,” tambahnya.
Kolaborasi yang direncanakan mencakup aksi kemanusiaan, seperti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penyaluran air bersih. Selain itu, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman melalui program magang terapis kesehatan holistik, tim multimedia, serta pendampingan usaha berbasis zakat dan wakaf produktif.
Rektor IAIN Pontianak menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, kolaborasi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
“Selama ini karena itu memang wilayah akademik, jadi banyak belajar dan berteori. Tapi ketika bagaimana praktik di lapangan, nah itu ketemunya salah satunya Munzalan Mubarakan yang langsung praktiknya,” ujar Rektor.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan IAIN Pontianak juga menyampaikan dukungan terhadap rencana kolaborasi tersebut. “Intinya mau berkolaborasi, mahasiswanya ada dan program-program dari Munzalan ada, tinggal kita jalankan. Mungkin nanti kita mulai dulu dengan mahasiswa KIP,” ungkapnya.
Kerja sama juga diarahkan untuk memberikan pengakuan terhadap keterampilan tambahan yang diperoleh mahasiswa. “Ada ijazah, ada Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) untuk keahlian lain di luar ijazah dia. Misalnya beliau ini KPI, tapi nanti ada keahlian organizer dalam bidang pengumpulan zakat. Nah, ini matching,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, rencana kegiatan akan diawali dengan program Goes to Campus, pelibatan mahasiswa penerima KIP Kuliah, sinergi dengan organisasi kemahasiswaan, serta penyusunan Nota Kesepahaman (MoU). Kolaborasi tersebut diharapkan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus berkontribusi secara nyata bagi masyarakat.
Penulis : Mahasiswa PKL (Fifi & Fitri)
Editor : Bambang




