Mempawah, (iainptk.ac.id)–LP2M IAIN Pontianak berkesempatan menjadi mitra Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Direktorat Riset dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pendataan Kekayaan Kuliner Tradisional Secara Partisipatif di Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat (19/10).

Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari mulai 19 s.d 21 Oktober 2018.

Peneliti Ahli Utama LIPI Bidang Kajian Budaya, M. Ali Humaedi mengungkapkan setelah sukses menyelenggarakan kegiatan serupa di Wonogiri pada awal Oktober lalu, Mempawah menjadi lokasi pendataan kuliner berikutnya. Mempawah merupakan daerah yang memiliki kekayaan kuliner unik atas jejaring kebudayaan antara budaya Dayak, Melayu, dan China. Mempawah dapat dikatakan sebagai “Pusat Gravitasi Kebudayaan Kuliner” dari berbagai wilayah sekitarnya, seperti Pontianak, Singkawang, Kubu Raya, Sanggau, dan daerah lainnya.

Ia juga menambahkan, jika kekayaan kuliner Indonesia yang beragam inilah menuntun LIPI bersama BEKRAF untuk melakukan pendataan kuliner secara partisipatif. “Kegiatan ini akan diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum yang memiliki ketertarikan untuk menjaga warisan budaya kuliner. Dalam proses penyelenggaraan kegiatan ini, kami mengandeng mitra lokal yakni LP2M IAIN Pontianak untuk berkolaborasi mendukung pendataan kuliner tradisional.” ungkapnya.

Selain itu ia juga memaparkan bahwa kegiatan ini nantinya tidak hanya mengangkat warisan budaya kuliner saja, melainkan Bimtek ini juga akan mengangkat kekayaan seni budaya Indonesia. Selanjutnya malam harinya, Jumat, 19 Oktober 2018, Bimtek ini juga akan dimeriahkan oleh pangelaran Lenggang Senade.

“Kegiatan ini akan dikemas secara dinamis yakni dengan pengabungan antara pembekalan materi dengan ekspedisi “Panganan Kampung” yang disertai Live-In. Output akhir dari kegiatan ini adalah adanya 3000 data kuliner yang mencakup makanan pokok, lauk pauk, kue/jajanan dan minuman. Data kuliner tersebut akan tersimpan dalam ensiklopedia kuliner yang dapat diakses melalui Portal http://dapurrakyat.id.” terangnya.

Penulis: Septian Utut
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here