PONTIANAK (iainptk.ac.id)–IAIN Pontianak menggelar Kegiatan Pembinaan Pegawai, Syukuran Akreditasi, dan Maulid Nabi Bersama Anak Yatim dan Parade 500 Tumpeng Daerah, Jumat (11/01) di Auditorium Abdul Rani Mahmud IAIN Pontianak. Hadir selaku penceramah sekaligus narasumber Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. KH. M. Nur Kholis Setiawan, MA.

Rektor IAIN Pontianak, Dr. Syarif, MA memimpin pembacaan shalawat. Sedangkan Wakil Rektor II, Dr. H. Saifuddin Herlambang, MA memimpin tawasul. Acara tersebut dihadiri para stakeholders dan keluarga besar IAIN Pontianak. Tampak perwakilan DPRD Kota Pontianak, Pangdam XII Tanjungpura, Polda Kalbar, Polresta Pontianak, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalbar, Pimpinan Ormas, Pimpinan Bank, Pimpinan Pondok Pesantren. Hadir dalam kesempatan itu pula Wakil Rektor I, Dr. Firdaus Achmad, M.Hum, Wakil Rektor III, Dr. Abdul Mukti Rouf, MA, Kepala Biro AUAK, Drs. Syahrul Yadi, M.Si, seluruh pejabat, sesepuh, alumni, dan mahasiswa IAIN Pontianak.

Dalam kesempatan itu Rektor IAIN Pontianak, Dr. Syarif, MA mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyebut kegiatan ini dilatarbelakangi dari terbitnya Sertifikat Akreditasi Keputusan BAN-PT Nomor: 416/SK/BAN-PT/Akred/PT/XII/2018 yang ditandatangani Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, Prof. T. Basaruddin tanggal 19 Desember 2018. Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) memberikan nilai 334 kepada IAIN Pontianak dengan kategori terakreditasi B.

Rektor juga mengungkapkan rasa syukurnya akan berjalannya tugas dan fungsi serta proses pendidikan yang telah dilalui oleh IAIN Pontianak. Dengan begitu minat masyarakat terhadap IAIN Pontianak semakin meningkat.

“IAIN Pontianak peminatnya sangat tinggi. Tahun ini saja ada 5400 lebih peminat, namun yang diterima hanya 1777. Jika kami tidak membangun gedung setiap tahun, maka kami tidak dapat menerima mahasiwa. Karena mepet tidak ada cadangan ruangan. Oleh karenanya kami butuh bantuan dan dukungan dari Pak Sekjen untuk mengatasi masalah ini.” ungkapnya.

Selain itu Rektor mengatakan jika semester pertama hingga tahun ini IAIN Pontianak serius membangun tata kelola berbasis online dan mewujudkan room class digital diiringi dengan digital library. “Tahun ini kami cukup besar menganggarkan dalam perencanaan terkait tata kelola berbasis online. Hal ini kami lakukan sebagai efisiensi dan kebermanfaatan bagi mahasiswa.” terangnya.

Satu rencana besar lainnya yang ingin segera diwujudkan yaitu pengadaan lahan kampus 2 dan percepatan alih status dari IAIN menjadi UIN. “Alhamdulillah Pak Sekjen telah memberi modal awal sebesar 4 miliar. Pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur Kalbar juga sudah berkomitmen mendukung secepatnya peralihan status IAIN menjadi UIN. Untuk memajukan IAIN Pontianak ini kami minta dukungan semua pihak.” harapnya.

Penulis: Septian Utut
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here