Pontianak, (iainptk.ac.id) – Selasa, 15 September 2026 – Persiapan menuju pelaksanaan Wisuda XXIII Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak terus dimatangkan. Dua hari menjelang pelaksanaan wisuda yang dijadwalkan pada Kamis, 17 September 2026 di Novotel Pontianak, Jalan Budi Karya Nomor 88, panitia menggelar rapat koordinasi pada Selasa, (15/09) di ruang rapat senat lantai 4 Gedung Rektorat untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Wisuda XXIII sekaligus Kepala Biro AUAK IAIN Pontianak, Dr. H. Moh. Junaidin, M.A. Dalam rapat tersebut, berbagai aspek teknis pelaksanaan dibahas secara sistematis, mulai dari kesiapan panitia, pelayanan tamu dan peserta, hingga pelaksanaan gladi resik.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam rapat adalah adanya penyesuaian jadwal gladi resik. Semula gladi resik direncanakan berlangsung hari Rabu, pukul 12.30 WIB. Namun, karena adanya penyesuaian dari pihak hotel, jadwal tersebut kemudian diundur menjadi pukul 18.30 WIB.
Koordinator Kesekretariatan, Syarif Akhmad Fauzi, menyampaikan bahwa informasi mengenai penyesuaian tersebut baru diterima panitia dari pihak hotel pada Senin, 14 September 2026.
“Semoga kita semua, khususnya peserta, bisa memaklumi. Karena kami sudah berusaha menyampaikan kepada pihak yang berkaitan untuk memblokir satu hari sebelum hari pelaksanaan wisuda karena akan ada gladi,” jelasnya.
Meski terjadi penyesuaian jadwal, panitia memastikan persiapan wisuda tetap berjalan. Ketua panitia menilai bahwa pengalaman penyelenggaraan wisuda sebelumnya menjadi modal penting bagi panitia untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.
“Gawai wisuda seperti ini adalah kegiatan yang terulang, dan sudah pastinya panitia dapat mengantisipasi kekurangan yang pernah terjadi,” ujar Dr. H. Moh. Junaidin dalam arahannya.
Sementara itu, Dr. Firdaus Achmad, M.Hum., selaku Wakil Rektor I sekaligus penanggung jawab kepanitiaan, memberikan penekanan pada aspek pelayanan. Menurutnya, wisuda bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting yang harus memberikan kesan baik bagi peserta maupun tamu yang hadir.
Ia mengibaratkan rangkaian perjalanan akademik mahasiswa seperti sebuah pernikahan. Akad, yang merupakan bagian penting yang mengikat, dilaksanakan pada kegiatan yudisium, sedangkan wisuda dapat diibaratkan sebagai resepsi yang menjadi momentum perayaan keberhasilan.
Dalam pelaksanaan wisuda, Dr. Firdaus menekankan tiga kunci pelayanan yang harus menjadi perhatian seluruh panitia. Pertama, memberikan senyum ketika melayani tamu maupun peserta. Kedua, memastikan fasilitas yang diberikan kepada tamu dan peserta dalam kondisi baik. Ketiga, memberikan kepuasan melalui pelayanan yang maksimal.
“Wisuda ini harus menjadi momentum yang memberikan kesan baik. Karena itu, pelayanan menjadi bagian yang sangat penting,” tegasnya.
Kehadiran peserta dalam gladi resik dinilai penting untuk memastikan mereka memahami alur pemanggilan, posisi, serta teknis pergerakan selama prosesi wisuda. Kesiapan peserta menjadi salah satu faktor penting agar prosesi dapat berlangsung tertib dan tepat waktu.
Penyesuaian jadwal gladi resik menjadi tantangan tersendiri dalam persiapan Wisuda XXIII. Namun, panitia berharap seluruh peserta dapat memahami kondisi tersebut dan tetap mengikuti gladi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Dengan koordinasi yang terus dilakukan hingga menjelang hari pelaksanaan, panitia Wisuda XXIII IAIN Pontianak optimistis seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik, tertib, dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi para lulusan, keluarga, serta seluruh tamu undangan.
Penulis : Erika
Editor : Bambang





