IAIN Pontianak

Ma’had Al-Jami’ah IAIN Pontianak Buka Mastama Sesi 1, 380 Mahasantri Ikuti Masa Taaruf

Pontianak (iainptk.ac.id) Senin, 14 September 2026 – Ma’had Al-Jami’ah IAIN Pontianak menggelar Pembukaan Masa Taaruf Mahasantri (Mastama) Sesi 1, Senin (14/9) malam, bertempat di Masjid A. Rani IAIN Pontianak. Kegiatan ini dihadiri Rektor IAIN Pontianak, Kepala Biro AUAK, Wakil Rektor III, Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUSHA), serta Wakil Dekan II Fakultas Syariah.

Dalam laporannya, Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Dr. Buhori, M.Pd., menyampaikan bahwa program Ma’had dilaksanakan dalam tiga sesi sepanjang tahun, yakni Sesi 1 pada September–Desember, Sesi 2 pada Januari–April, dan Sesi 3 pada Mei–Agustus. Pada Sesi 1 tahun ini, tercatat sebanyak 380 mahasantri mengikuti program, dengan rincian 141 mahasantri laki-laki dan 239 mahasantri perempuan.

Mudir Ma’had juga menjelaskan bahwa terdapat 41 mahasantri yang mengajukan uzur syar’i, dengan rincian 24 orang karena bekerja, 13 orang mengabdi di pesantren, 4 orang masih berstatus santri aktif, 3 orang sedang merawat orang tua yang sakit, dan 2 orang dalam kondisi sakit. Dari total 96 kamar yang tersedia di asrama, hanya 74 kamar yang dapat digunakan, sementara sisanya belum bisa dimanfaatkan.

Selama empat bulan menjalani program asrama, mahasantri akan mengikuti sejumlah program unggulan, di antaranya program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) serta kegiatan Ta’limul Afkar, yakni proses pembelajaran keagamaan yang meliputi tauhid, akidah, fikih, hingga materi moderasi beragama yang dilaksanakan setelah salat Isya.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya menyambut mahasantri baru. “Alhamdulillah, saya sebagai Rektor IAIN Pontianak merasa senang, gembira, dan bangga, mengucapkan selamat kepada adik-adik dan anak-anakku yang bergabung sebagai mahasantri di Ma’had Al-Jami’ah, yang secara khusus mengikuti Masa Taaruf Mahasantri Sesi pertama malam hari ini,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh mahasantri untuk memanfaatkan sebaik-baiknya momentum yang tidak dapat dialami setiap orang ini. “Manfaatkanlah momentum seperti ini, karena tidak semua orang bisa mengalami peristiwa-peristiwa seperti ini. Maka ketika kita masuk di Ma’had ini adalah kesempatan yang sangat penting,” ungkapnya.

Prof. Wajidi turut menjelaskan makna filosofis dari istilah Ma’had, yang berasal dari bahasa Arab ‘ahida, yang berarti janji. Menurutnya, Ma’had merupakan tempat mahasantri berjanji, membangun komitmen, tanggung jawab, dan amanah bahwa mereka tidak akan meninggalkan kampus sebelum dianggap mampu berkhidmat, salah satunya melalui proses pendidikan di Ma’had. “Jadi ini adalah kesempatan, momentum yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan empat pesan penting kepada para mahasantri. Pertama, menjaga niat baik dan semangat untuk terus belajar serta mempraktikkan ilmu yang diperoleh. Kedua, membangun komunikasi yang baik dengan sesama teman. Ketiga, menjadikan integritas sebagai kata kunci, dengan menanamkan sikap menghargai, menghormati, dan rasa taazim kepada guru, asatidz, pembimbing, pembina, maupun sesama teman sejak dini. Keempat, senantiasa memperbanyak doa selama menjalani pendidikan di Ma’had.

Rangkaian kegiatan pembukaan Mastama Ma’had Sesi 1 ini kemudian ditutup dengan pembacaan Maulid Simtudduror (Mahallul Qiyam) secara bersama-sama, dilanjutkan dengan pembacaan doa.

Penulis : Humas IAIN Pontianak
Editor : Bambang

Scroll to Top