IAIN Pontianak

Terima Kunjungan Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, IAIN Pontianak Jajaki Kolaborasi dan Perkuat Langkah Menuju UIN

Pontianak (iainptk.ac.id) Minggu, 18 Oktober 2026 – IAIN Pontianak menerima kunjungan silaturahmi Pascasarjana UIN Alauddin Makassar di ruang rektor, Sabtu malam (17/10/2026). Pertemuan ini menjadi ruang bertukar pengalaman dan menjajaki kerja sama pengembangan pascasarjana. IAIN Pontianak juga mendapat dukungan terkait persiapan alih status menjadi UIN.

Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag., menerima rombongan bersama Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Zaenudin, M.A., Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak, Prof. Dr. Ibrahim, S.Ag., M.A., dan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Pontianak, Dr. Patmawati, M.Ag., Rombongan Makassar dipimpin Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, M.Ag.

Dalam sambutannya, Rektor Wajidi Sayadi menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. “Terima kasih telah menyempatkan untuk berkunjung ke IAIN Pontianak. Kami sangat senang dengan kedatangan tamu pada hari ini,” ujarnya.

Rektor menyampaikan bahwa IAIN Pontianak terbuka untuk belajar dan membutuhkan arahan dari kampus yang lebih dulu bertransformasi menjadi UIN. Menurutnya, ia tidak sungkan bertanya dan menimba pengalaman dari UIN Alauddin Makassar.

Rektor juga memaparkan ikhtiar IAIN Pontianak memenuhi syarat alih status, khususnya luas lahan minimal 10 hektare. Lahan kampus kini mendekati angka tersebut. Pihaknya telah beberapa kali berkomunikasi dengan Gubernur Kalimantan Barat, dan ada rencana tambahan lahan sekitar 3 hektare untuk melengkapi kekurangan itu. “Mudah-mudahan 2027 sudah masuk,” ujarnya terkait target alih status IAIN Pontianak menjadi UIN.

Ia menambahkan, sejumlah tokoh masyarakat juga menyatakan niat menyerahkan tanah untuk pengembangan kampus. Menurutnya, hal itu menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat kepada IAIN Pontianak. Selain fakultas yang sudah ada, IAIN Pontianak berencana mengusung beberapa fakultas umum.

Direktur Pascasarjana UIN Alauddin, Prof. Abustani Ilyas, M.Ag berbagi pengalaman kampusnya. Pascasarjana UIN Alauddin kini memiliki sekitar 3.000 mahasiswa, dengan program studi yang bertambah dari 10 menjadi 15.

Untuk IAIN Pontianak, ia menyarankan agar pengurusan program studi dan fakultas baru berjalan paralel dengan proses alih status, tanpa menunggu surat keputusan terbit. Ia juga menyarankan pembentukan tim khusus. Untuk program studi besar seperti kedokteran, menurutnya rektor perlu turun langsung membangun komunikasi dengan pihak terkait.

Beliau juga menyinggung perlunya kebijakan yang menyesuaikan kondisi sumber daya manusia di daerah, tanpa mengurangi aspek kualitas. “Kalau ada kebutuhan, kami siap bekerja sama,” kata Abustani.

Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak, Prof. Ibrahim, mengaku masih baru dan terus belajar dalam mengembangkan pascasarjana. “Saya baru dipercaya satu bulan sepuluh hari di posisi ini, jadi masih sangat baru dan masih belajar,” ujarnya.

Ia membandingkan kondisi kedua pascasarjana. “Di Makassar sudah ada 15 program studi, kami baru empat untuk S2 dan S3 baru satu. Mahasiswa pascasarjana di sana sekitar tiga ribu, kami baru tiga ratusan,” katanya.

Karena itu, Prof. Ibrahim berharap UIN Alauddin berkenan memberikan pembinaan dan pendampingan. “Barangkali berkenan untuk membina kami lebih intens,” ucapnya.

Menutup sambutannya, ia menyampaikan terima kasih atas silaturahmi tersebut. “Sekali lagi terima kasih untuk silaturahmi ini. Kami menimba banyak pengalaman dan masukan untuk pengembangan pascasarjana,” tuturnya.

Penulis : Farli

Editor : Bambang

Scroll to Top