Pontianak (iainptk.ac.id) Senin, 10 Agustus 2026 — Menindaklanjuti Program Kementerian Agama RI, gerakan bersih-bersih Masjid (Geber Mas) serentak seluruh Indonesia. Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag., bersama civitas akademika mengambil peran mewujudkan Geber Mas, Senin (10/8/2026). Kegiatan ini dipusatkan di lingkungan Masjid Syekh Abdul Rani Mahmud IAIN Pontianak.
Kegiatan bersih-bersih Masjid ini menjadi salah satu langkah nyata IAIN Pontianak dalam mendukung program ekoteologi kampus. Program tersebut merupakan bagian dari arahan Kementerian Agama yang mendorong perguruan tinggi keagamaan untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai spiritual dan keagamaan.
Rektor IAIN Pontianak, Prof. Wajidi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan gotong royong untuk membersihkan lingkungan kampus. Menurutnya, gerakan bersih-bersih memiliki makna yang lebih luas, yakni membangun kebersihan lingkungan sekaligus kebersihan diri secara batin.
“Kegiatan ini diagendakan memang sesuai arahan dari Menteri Agama kita, karena ada program dari mereka yaitu menjaga ekoteologi kampus. Di kampus kita ini bukan sekadar program bebersih, tetapi program ‘bersih’, yang pada hakikatnya memiliki arti bahwa lingkungan kampus kita harus bersih secara lahir dan batin,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebersihan secara lahir dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas nyata, salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan gotong royong seperti yang dilaksanakan di Masjid IAIN Pontianak.
Namun demikian, Rektor menegaskan bahwa kebersihan fisik perlu berjalan beriringan dengan kebersihan batin. Menurutnya, lingkungan kerja dan pelayanan yang baik berawal dari pribadi-pribadi yang memiliki kebersihan hati dan batin.
“Bersih secara lahir itu contohnya seperti gotong royong saat ini, tetapi perlu diingat bahwa kebersihan batin juga perlu. Karena lingkungan kerja dan pelayanan yang baik itu dimulai dari pribadi yang memiliki batin bersih,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof. Wajidi menyampaikan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di lingkungan IAIN Pontianak. Ke depan, gerakan kebersihan tersebut tidak hanya diarahkan pada kegiatan menjaga kebersihan fisik lingkungan kampus, tetapi juga akan disertai dengan kegiatan keagamaan sebagai upaya meningkatkan kualitas spiritual seluruh civitas akademika.
“Ke depannya, kegiatan seperti ini akan terus diadakan disertai dengan kegiatan keagamaan guna meningkatkan kualitas batin kita,” tuturnya.
Gerakan Bersih-Bersih Masjid bersama Rektor baru IAIN Pontianak ini diharapkan menjadi momentum awal untuk membangun budaya kampus yang peduli terhadap kebersihan lingkungan, memiliki semangat gotong royong, serta menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam menciptakan lingkungan akademik yang nyaman, bersih, dan berkualitas.
Penulis : Aditya
Editor : Bambang




