Pontianak (iainptk.ac.id) Rabu, 14 Oktober 2026– Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., melakukan kunjungan ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak pada (14/10). Bertempat di Ruang Rektor IAIN Pontianak, kunjungan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus penjajakan kerja sama dalam bidang pembangunan daerah dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bupati Sambas. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi IAIN Pontianak, terlebih di tengah proses transformasi kelembagaan menuju Universitas Islam Negeri (UIN).
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pak Bupati Sambas karena menjadi bupati pertama yang menginjakkan kaki di kampus kami (dimasa kepemimpinannya). Saat ini, kampus kami sedang menjalani proses transformasi menuju UIN, sehingga tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kedatangan Pak Bupati Sambas merupakan sebuah kebahagiaan dan kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh Rektor IAIN Pontianak. Ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dalam pembangunan daerah dan peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Sambas.
Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak serta strategi yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan kemajuan wilayah dan meningkatkan kualitas masyarakat.
“Saya selaku Bupati Sambas selalu menekankan kepada semua pihak bahwa pembangunan daerah tidak bisa berdiri sendiri. Kolaborasi wajib kita lakukan, termasuk melalui strategi-strategi baru untuk meningkatkan kemajuan wilayah dan kualitas SDM di daerah kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, Satono menyoroti perubahan budaya masyarakat yang dipengaruhi oleh perkembangan media sosial, khususnya dalam kehidupan keagamaan. Menurutnya, pengembangan masyarakat perlu melibatkan elemen keagamaan agar kemajuan yang dicapai tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan nilai-nilai moral dan keilmuan.
“Terkait pergeseran budaya akibat media sosial, khususnya dalam hal keagamaan, strategi pengembangan masyarakat membutuhkan elemen keagamaan di dalamnya. Oleh karena itu, kami ingin melakukan MoU dengan IAIN Pontianak. Kami ingin menciptakan masyarakat yang kompeten, cerdas, beradab, dan berilmu,” jelasnya.
Penjajakan kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sambas dan IAIN Pontianak. Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak berpeluang mengembangkan program-program yang mendukung pembangunan daerah, peningkatan kapasitas SDM, serta penguatan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan pentingnya kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menjawab tantangan pembangunan. Dengan menggabungkan peran akademik dan kebijakan pemerintah, kerja sama yang direncanakan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Sambas dan masyarakat Kalimantan Barat.
Penulis : Aditya
Editor : Bambang

