Lepas 29 Mahasiswa PPL ke Pusat Studi al-Qur’an Jakarta, Rektor: Prodi IAT Disiapkan Mencetak Ulama

0
155 views

PONTIANAK (www.iainptk.ac.id)–Rektor IAIN Pontianak, Dr. Syarif, MA melepas 29 mahasiswa Program Studi Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) semester VII, untuk melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Pusat Studi Alquran (PSQ) Jakarta di Ruang Pertemuan Gedung Tower C, pada Selasa (10/9).

Mahasiswa IAT itu akan belajar sekaligus praktik selama 15 hari, dari tanggal 16 s.d 30 September 2019. Mahasiswa akan dibimbimbing oleh Buhori,M.Pd yang merupakan Ketua Prodi IAT. Selain itu yang menjadi Dosen Pamong adalah Direktur program PSQ Jakarta, Zayadi, M.Pd.

Ketua Prodi IAT menyampaikan “Kegiatan ini merupakan salah satu langkah untuk memberikan keterampilan dan mengasah kemampuan mahasiswa dalam bidang al-quran dan tafsir. Salah satu profil lulusan mahasiswa IAT yang dicanangkan adalah sebagai penafsir pemula, dalam hal ini mahasiswa dituntut untuk mampu menguasai berbagai teori dan pemikiran yang berkembang di bidang Ilmu al-Qur’an dan Tafsir serta mampu mengorelasikan dengan kajian-kajian kekinian.”terangnya.

“Oleh sebab itu, dengan melakukan PPL ke Pusat Studi al-quran diharapkan para mahasiswa akan dapat memperoleh pengetahuan yang mendalam tentang keilmuan al-quran dan tafsir di Lembaga asuhan Prof. Quraish Shihab ini. Mereka akan digembleng langsung oleh penafsir-penafsir ternama di Indonesia. Melihat hal itu, kegiatan PPL untuk mahasiswa IAT ini, sejatinya bukan berupa pengalaman lapangan, akan tetapi lebih mengarah pada pengayaan lapangan.” tambahnya.

Kaprodi sekaligus dosen Bahasa Arab ini melanjutkan, “Kegiatan PPL ke PSQ ini merupakan salah satu bentuk dari kerja sama antar kedua lembaga yang telah dilaksanakan sebelumnya. Pada kegiatan ini mahasiswa akan dilatih oleh para mufassir Indonesia, dan mahasiswa juga akan diasah kemampuannya untuk menulis artikel-artikel ilmiah menyangkut al-quran dan tafsir. Tulisan-tulisan itu nantinya akan dimuat di jurnal-jurnal ilmiah dan sebagian akan dicetak menjadi buku.” tuturnya.

“Tahun depan, prodi IAT akan bekerja sama juga dengan Pusat Kajian Hadis (PKH) di bawah asuhan Dr.Lutfi Fathullah, sehingga mahasiswa IAT kedepan juga akan ditempatkan PPL di sana. Dengan dipilihnya lembaga-lembaga keahlian ini, nantinya diharapkan menjadi salah satu penunjang keterampilan mahasiswa, serta sertifikat keahlian mereka dapat dijadikan dasar dalam mengeluarkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).” pungkasnya bersemangat.

Rektor IAIN Pontianak dalam sambutannya, menegaskan bahwa “Saat ini Perguruan Tinggi Islam dituntut untuk mampu melahirkan para ulama, dan cendikiawan Islam. Di IAIN Pontianak, terdapat tiga prodi yang tersebar di 3 Fakultas, yang menjadi ikon untuk melahirkan ulama-ulama yang mumpuni. Namun prodi IAT dianggap yang paling mampu dan layak untuk mencetak para ulama yang mumpuni” ungkapnya.

Rektor Syarif juga menegaskan, mahasiswa IAT seharusnya juga pro aktif dan mampu memberikan solusi dalam setiap mengatasi persoalan-persoalan kekinian. Beliau mencontohkan pada kasus yang sedang booming, terkait mencuatnya isu milku al-yamin, tema ini merupakan wilayah kajian IAT, sehingga seyogyanya mahasiswa IAT mampu memberikan tanggapan dan pencerahan yang akurat. Bahkan kalau bisa ada skripsi IAT yang mampu “meruntuhkan” disertasi tersebut.

Penulis: Bambang Eko Priyanto
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here