-

MAHASISWA IAIN PONTIANAK RAIH 12 PRESTASI DI AJANG BUAF KE-6

Banjarmasin (iainptk.ac.id) 07/09/2022. Mahasiswa IAIN Pontianak mendapatkan berbagai prestasi mulai dari juara 1, juara 2, dan juara 3, pada ajang bergengsi yang bernama Borneo Undergraduate Academic Forum (BUAF) yang ke-6 di Banjarmasin.

Pada akhir kegiatan BUAF panitia mengumumkan pemenang dari berbagai kategori. IAIN Pontianak sendiri meraih 12 prestasi dari 3 kategori juara yaitu, best panel paper menorehkan 7 prestasi, Best group panel presentation 4 prestasi dan best of the best paper 1 prestasi.

Adapun beberapa kategori lomba yang diraih oleh kontingen dari IAIN Pontianak meliputi kategori Panel 4: Caring Relationship in Education during Covid-19 Crisis & Redesigning of Islamic Education after Covid-19 II, atas nama Pratiwi Amaliya Putri meraih juara 1 dengan judul Tranformasi Sistem Pendidikan Madrasah dalam Wacana Metaverse pada Program Kementrian Republik Indonesia.

Putri, yang merupakan mahasiswi dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) ini mengungkapkan rasa senang dan bahagia atas capaian yang telah ditorehkan, serta kedepannya akan terus fokus untuk belajar.

“Saat ini saya harus fokus untuk belajar dan mengembangkan diri dengan sebaik-baiknya untuk persiapan kegiatan serupa yang mungkin akan datang satu ataupun dua bulan lagi, jadi kita tidak hanya cukup di BUAF doang, akan tetapi kegiatan-kegiatan lain harus tetap diikuti,” ungkapkan.

Selanjutnya paper yang berjudul Besiakng di Tiong Kandang : Ritual Adat Dalam Kepercayaan Suku Tae Dalam Menghadapi Ancama Pandemi Covid-19 ditulis oleh Elis Nurhadijah dan Elmansyah mendapatkan juara 2 dari kategori Ritual and Local Tradition On Resilience I.

Selain itu paper bertajuk  Tatung: Simbol Akulturasi Membangun Moderasi Dalam Konstruksi Budaya Kalimantan Barat ditulis oleh Surya Arianingsih dan Raziki Waldan mendapatkan juara 1 kategori Ritual and Local Tradition On Resilience II.

Pemaknaan Kebudayaan Pada Masyarakat Adat Di Desa Tae ditulis Nursintawati dan Syukron Wahyudi mendapatkan juara 3 kategori Ritual and Local Tradition On Resilience II. Dinamika Stres Pengasuhan Pada Ibu Dengan Pasangan Beda Suku Di Desa Rengas Kapuas ditulis oleh Huzaimah Agustini dan Walidya Khairiyati Hisani mendapatkan juara 2 kategori Mental and Spriritual Resilience I.

Tak hanya itu paper berjudul Pandemi Covid-19 Terhadap Realitas Masyarakat Pontianak Serta Kaitannya Dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an dituliskan oleh Nadia Rahmattika mendapatkan juara 3 kategori Mental and Spriritual Resilience I. Peningkatan Spiritual Sebagai Upaya Ketahanan Mental Masyarakat Kampung Beting Di Era New Normal dituliskan oleh Weny Ridayana, Monalisa, dan Nafiesa Misca Zahra mendapatkan juara 2 kategori Mental and Spriritual Resilience II.

Selain daripada juara, BUAF telah memberikan beberapa penghargaan yang akan menjadi kategori khusus meliputi Best Group Panel Presentation yang mana dari IAIN Pontianak telah didapatkan oleh Dhiyan Suci Ramadhani dan Resta Tultuffia dari judul Implementasi Metode Pendidikan Akhlak Al-Ghazali dalam Sistem Pembelajaran Digital Era 4.0 pada Masa Covid-19.

Kategori yang sama juga diraih oleh Surya Arianingsih dan Raziki Waldan dengan judul Simbol Akulturasi Membangun Moderasi Dalam Konstruksi Budaya Kalimantan Barat. Maryani, Hepni Putra dan Ahmad Ghozali dengan judul Resepsi Masyarakat Terhadap Teks Al-Qur`An Pada Batu Nisan Makam Keramat Tujuh Dan  Keramat Sembilan Ketapang serta yang terakhir kategori khusus Best Of The Best Paper yang didapatkan oleh Pratiwi Amalia Putri dengan judul Transformasi Sistem Pendidikan Madrasah dalam Wacana Metaverse pada Program Kemenag RI.

Dr. Abdul Mukti, M.A., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Pontianak memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah mampu mambawa nama baik kampu di ajang BUAF ke-6 ini, dan beliau juga berharap segala prestasi yang didapatkan bisa dipertahankan dengan sebaik-baiknya.

“Prestasi-prestasi ini harus tetap dipertahankan tidak hanya jumlahnya akan tetapi juga dilihat dari kualitasnya, melalui prestasi ini menunjukan bahwa kita bisa mengikuti ajang-ajang yang lebih bergengsi lagi baik secara quantity maupun quality,” jelasnya

Setelah ditutupnya BUAF ke-6, semua akan kembali mempersiapkan segala strategi untuk kembali di ajang BUAF yang ke-7 tahun 2023 yang mana akan di selenggarakan di IAIN Palangkaraya.

Penulis : Rahmad dan Bambang

Editor : Omar Mukhtar

Similar Posts