IAIN Pontianak

Menuju Reakreditasi, Prodi Manajemen Dakwah Jadi Percontohan Pertama Si-Sakur Berbasis OBE dan AI

Pontianak (iainptk.ac.id) Kamis, 13 Agustus 2026 — Persiapan reakreditasi Program Studi Manajemen Dakwah (MD) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Pontianak mulai diperkuat melalui pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan kurikulum. Hal itu ditandai dengan kegiatan mapping akreditasi yang dirangkaikan dengan sosialisasi Si-Sakur (Sistem Kurikulum), Kamis (13/8/2026), di Ruang Rapat Dekanat FDKI.

Dalam kegiatan tersebut, Program Studi Manajemen Dakwah menjadi program studi pertama di IAIN Pontianak yang dijadikan percontohan penggunaan Si-Sakur. Sistem ini memiliki komponen yang telah mengacu pada standar Outcome-Based Education (OBE) dan dikembangkan dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Plt Kaprodi Manajemen Dakwah, Dr. Suhra Wardi, M.Si., menegaskan bahwa masa berlaku akreditasi Program Studi Manajemen Dakwah akan berakhir pada Desember 2027. Karena itu, pemetaan dilakukan sebagai bagian dari persiapan program studi menghadapi proses reakreditasi.

Pemanfaatan Si-Sakur menjadi salah satu langkah yang dipandang dapat mendukung persiapan tersebut. Platform berbasis web ini dirancang untuk membantu perguruan tinggi dalam menyusun dan mengelola kurikulum berbasis OBE, termasuk pengelolaan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK).

Rektor IAIN Pontianak dalam kegiatan tersebut diwakili Plt Wakil Rektor II, Dr. Cucu, S.Ag., M.Ag. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kurikulum sebagai dasar dalam proses pembelajaran sekaligus perlunya dukungan sistem yang dapat memudahkan pengelolaannya.

“Kurikulum itu memang sangat penting, untuk menjadi acuan dasar dalam pengajaran. Dengan adanya Si-Sakur ini, diharapkan bisa menjadi jalan yang memudahkan dalam akreditasi nanti,” ujar Dr. Cucu.

Sementara itu, sosialisasi Si-Sakur menghadirkan Prof. Muhammad Edi Kurnianto, S.Ag., M.Pd. dan Dr. Sumin, S.E., M.Si. sebagai narasumber. Peserta diperkenalkan dengan penggunaan sistem sekaligus melihat secara langsung sejumlah komponen pengelolaan kurikulum yang tersedia di dalam platform.

Si-Sakur dirancang dengan komponen yang telah memenuhi kerangka OBE. Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan kurikulum diarahkan agar memiliki keterkaitan yang jelas antara capaian pembelajaran, mata kuliah, materi pembelajaran, metode, hingga proses penilaian.

Pengembangan sistem juga dilakukan dengan memanfaatkan kolaborasi teknologi AI. Kehadiran AI menjadi bagian dari upaya pengembangan Si-Sakur agar pengelolaan kurikulum dapat dilakukan secara lebih praktis dan membantu pengguna dalam mengelola berbagai kebutuhan kurikulum secara terstruktur.

Penerapan Si-Sakur pada Program Studi Manajemen Dakwah sekaligus menjadi tahap awal sebelum sistem dikembangkan untuk digunakan lebih luas di lingkungan IAIN Pontianak. Sebagai program studi percontohan, implementasi pada Prodi MD menjadi ruang untuk melihat penerapan sistem secara langsung serta mengidentifikasi kebutuhan pengembangan lebih lanjut.

Dengan masa akreditasi yang akan berakhir pada Desember 2027, persiapan ini menjadi pijakan bagi Prodi Manajemen Dakwah untuk meningkatkan kesiapan menghadapi reakreditasi dengan target meraih akreditasi Unggul.

Penulis : Fitria

Editor : Bambang

Scroll to Top