Pontianak (iainptk.ac.id) Kamis, 9 September 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pontianak mengawali periode kepemimpinan 2026–2030 melalui Rapat Perdana Koordinasi Pimpinan, Rabu (9/9/2026), di Ruang Dekanat FEBI. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Dekan FEBI IAIN Pontianak, Dr. Luqman, S.HI., M.Si.
Pertemuan perdana tersebut turut di ikuti Wakil Dekan I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Kelembagaan, dan Kerja Sama Dr. Ita Nurcholifah, MM, Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Verdianti, S.E., M.Sc., Ak, Kabag TU FEBI Mulyadi, S.Ag.,M.Pd Ketua dan Sekretaris Program Studi, Penjamin Mutu, serta unsur fungsional FEBI ini menjadi momentum awal untuk menyatukan langkah sekaligus merumuskan arah penguatan fakultas selama periode kepemimpinan baru.
Dekan FEBI IAIN Pontianak, Dr. Luqman, S.HI., M.Si., menegaskan bahwa periode kepemimpinannya menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi kelembagaan dan meningkatkan kualitas FEBI secara berkelanjutan melalui kerja kolaboratif seluruh unsur fakultas.
“Kita ingin membangun FEBI dengan fondasi integritas yang kuat, budaya mutu yang konsisten, serta pelayanan yang semakin baik. Karena itu, seluruh unsur di FEBI harus bergerak bersama dan memiliki komitmen yang sama untuk membawa fakultas ini semakin maju,” ujar Dr. Luqman.
Dalam rapat tersebut, sejumlah fokus utama menjadi perhatian pimpinan, terutama penguatan integritas, peningkatan mutu akademik, kualitas pelayanan mahasiswa, transformasi digital, serta penguatan tata kelola kelembagaan.
Pada bidang akademik dan pelayanan mahasiswa, FEBI akan terus melakukan penguatan kualitas layanan, termasuk kesiapan perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 yang dijadwalkan dimulai pada 21 September 2026. Program Zero Complaint juga akan terus dikembangkan sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan yang lebih responsif bagi mahasiswa.
Penguatan budaya mutu turut menjadi perhatian dalam kepemimpinan baru. Setiap program dan kegiatan FEBI ke depan diarahkan agar memiliki kontribusi terhadap peningkatan mutu serta pencapaian indikator kinerja fakultas. Dengan demikian, budaya mutu diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses akreditasi, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja seluruh civitas akademika FEBI.
Sejalan dengan perkembangan teknologi, transformasi digital juga menjadi salah satu agenda penting. Penguatan sistem informasi FEBI diarahkan untuk mendukung penyebaran informasi, layanan akademik, serta memperkuat eksistensi fakultas di ruang digital.
Sementara itu, dari sisi tata kelola, pimpinan FEBI menekankan pentingnya pengelolaan administrasi dan anggaran yang lebih efektif, tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurut Dr. Luqman, berbagai agenda tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa kolaborasi seluruh unsur di lingkungan FEBI.
“Target kita bukan hanya menyelesaikan program, tetapi bagaimana setiap program benar-benar memberi dampak terhadap kemajuan FEBI. Kita ingin membangun sistem kerja yang lebih tertib, profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil,” tegasnya.
Rapat perdana ini menjadi titik awal konsolidasi seluruh unsur pimpinan FEBI untuk bergerak dalam satu arah. Berbagai hasil pembahasan selanjutnya akan ditindaklanjuti sesuai tugas dan kewenangan masing-masing dengan tetap berpedoman pada regulasi, standar mutu, kebijakan institut, serta target pengembangan FEBI.
Melalui kepemimpinan baru, FEBI IAIN Pontianak berkomitmen membangun fakultas yang semakin berintegritas, bermutu, responsif terhadap mahasiswa, adaptif terhadap transformasi digital, dan kuat dalam tata kelola kelembagaan.
Integritas menjadi fondasi, mutu menjadi arah, dan transformasi menjadi langkah FEBI menuju masa depan.
Penulis : Muhammad Holil
Editor : Bambang




