IAIN Pontianak

Rektor IAIN Pontianak Melepas 12 Mahasiswa PPL Prodi IAT ke Lajnah Pentashihan Al-Qur’an Jakarta

Pontianak (iainptk.ac.id) Kamis, 10 September 2026 – IAIN Pontianak menggelar acara pelepasan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) yang akan ditempatkan di Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an di Jakarta, Kamis (10/9/2026), pelepasan ini berlangsung di Ruang Sidang Skripsi Lantai 3, Gedung Tower C, IAIN Pontianak. Sebanyak 12 mahasiswa Prodi IAT dilepas secara resmi dalam kegiatan yang dihadiri Rektor IAIN Pontianak, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUSHA), Ketua Program Studi (Kaprodi) IAT, serta Sekretaris Program Studi (Sekprodi) IAT.

Dalam sambutannya,

Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, MA., turut memberikan sambutan sekaligus melepas langsung para mahasiswa PPL. Rektor menyampaikan bahwa ini merupakan kali pertama dirinya melaksanakan pelepasan mahasiswa PPL secara langsung, sebagai bentuk kedekatan dan kekeluargaan dengan Program Studi IAT. “PPL ini adalah pengalaman praktik lapangan, jadi cari pengalaman. Maka ilmu Anda dari semester 1 ini jauh lebih bermanfaat di lapangan,” ujarnya.

Rektor turut menekankan pentingnya menjaga keyakinan terhadap pemeliharaan Al-Qur’an sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Hijr ayat 9, yang menegaskan bahwa Allah SWT sendiri yang menurunkan sekaligus memelihara Al-Qur’an. “Di Lajnah ini Anda akan meyakini bahwa Al-Qur’an ini harus dijaga, dan kita semua hafal ayatnya, yaitu Surah Al-Hijr ayat 9, ‘Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.’ Jadi Al-Qur’an itu terjaga, itu secara keyakinan. Tapi Anda begitu di Lajnah, Anda akan melihat bagaimana Al-Qur’an dijaga dengan cara diteliti mushafnya secara langsung,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa akan memperoleh dua hal penting selama menjalani PPL di Lajnah, yakni pemahaman bahwa Al-Qur’an dijaga secara ilmiah dan dijaga secara keagamaan. “Anda termasuk pilihan, maka manfaatkan momentum ini selama Anda di Lajnah,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan lima pesan khusus kepada mahasiswa PPL. Pertama, menjaga niat baik, yakni menjalani PPL bukan sekadar syarat kelulusan sarjana, melainkan niat untuk belajar. Kedua, menanamkan jiwa sebagai mahasiswa pembelajar dengan selalu memiliki rasa ingin tahu dan banyak bertanya. Ketiga, menjaga adab dengan baik karena mahasiswa membawa nama Program Studi IAT selama PPL berlangsung. Keempat, memanfaatkan momentum PPL untuk memperluas jejaring dan komunikasi, mengingat kesuksesan setidaknya ditentukan 70 persen oleh jaringan yang dimiliki. Kelima, menjadikan PPL ini sebagai momentum penting dalam menentukan masa depan.

Sementara itu, Dekan FUSHA, Dr. Udi Yuliarto, Lc., MA.,  berpesan kepada mahasiswa PPL agar mampu membaca suasana di lokasi penempatan dan mengambil sebanyak mungkin pengalaman di tempat yang baru bagi mereka.

“Untuk mahasiswa PPL, saya berpesan nantinya bagaimana melihat suasana di sana, ambil pengalaman yang banyak di tempat yang baru bagi kita. Untuk itu kita betul-betul pelajari,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa IAT yang terpilih mengikuti PPL di Lajnah Pentashihan Al-Qur’an merupakan mahasiswa pilihan melalui proses seleksi.

“Bahwasanya mahasiswa IAT ini adalah pilihan karena kita sudah melakukan seleksi sebelumnya, maka untuk itu pandai-pandai bawa diri dan banyak belajar,” tambahnya.

Pelepasan mahasiswa PPL Prodi IAT ke Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam memperdalam keilmuan Al-Qur’an, sekaligus memperkuat kiprah IAIN Pontianak dalam mencetak generasi penjaga Al-Qur’an yang kompeten secara ilmiah maupun keagamaan.

Penulis : Fahri (Gen HI)
Editor : Bambang

Scroll to Top