Catatan Perjalanan Kolokium Internasional

0
109 views

Kolokium

Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) pada dasarnya bukan se mata-mata lembaga pendidikan, tetapi juga lembaga keilmuan. IAIN Pontianak juga demikian tentunya. Sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) terbesar di Kalimantan Barat, IAIN Pontianak harus sadar akan besarnya tanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan yang maju dan berkarakter, termasuk mencetak sumber daya manusia-sumber daya manusia yang punya keunggulan dan daya saing dalam konteks global.

IAIN Pontianak sadar akan pentingnya tri dharma perguruan tinggi, yaitu selain menyelenggarakan pendidikan, juga mempunyai tanggung jawab mengadakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (dalam artian menerapkan hasil penelitian itu untuk kemaslahatan masyarakat).

Kolokium#2Rektor IAIN Pontianak, Dr. H. Hamka Siregar, M.Ag saat memberikan kata sambutan pada acara pembukaan Kolokium Internasional, mengatakan, kegiatan tersebut adalah salah satu terobosan penting. Hal ini disampaikannya di Bilik Wacana ATMA Universiti Kebangsaan Malaysia, 24 Juni 2014.

Kolokium Internasional bertemakan Khazanah Pendidikan di Alam Melayu, menurut Hamka Siregar, dalam tema ini terkandung keprihatinan. Keprihatinan yang dimaksud adalah keprihatinan kurangnya kajian-kajian pendidikan dalam konteks alam melayu. Padahal masih banyak lahan-lahan kajian pendidikan yang belum tersentuh di alam melayu.

Dalam konteks Kalimantan Barat misalnya, ungkap dia, belum banyak kajian yang berani merumuskan secara pasti kapan mula-mula berkembangnya lembaga-lembaga pendidikan Islam di Kalimantan Barat. Hal ini baru dalam konteks kesejarahannya saja, belum kita coba membahas konteks sosiologinya, antropologinya, manajemen kelembagaannya, tipologi khas kelembagaan pendidikannya, dan seterusnya.

Menurutnya, dalam konteks kajian tentang hubungan antara ideologi, politik, budaya lokal dengan pendidikan juga masih minim. Juga masih banyak tokoh-tokoh pendidikan lokal yang belum dikaji secara utuh dan mendalam, sehingga tidak banyak generasi muda saat ini mengenal kiprah mereka akibat minimnya kajian dalam hal tersebut.

“Semuanya memberikan peluang bagi kita bersama untuk mendiskusikan dan melakukan penelitian mendalam akan hal-hal tersebut” tambah Hamka Siregar.

Hal ini diamini oleh Pengarah ATMA Universiti Kebangsaan Malaysia yaitu Prof. Norhasimah Jalaluddin yang turut menyampaikan kata sambutan dalam acara pembukaan Kolokium Internasional. Norhasimah Jalaluddin berharap kegiatan kolokium ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dari tahun ke tahun sebagai bentuk perjanjian kesepahaman (MoU) antara Pascasarjana IAIN Pontianak dan ATMA UKM.

Kegiatan Kolokium Internasional ini melibatkan pembentang makalah dari kedua perguruan tinggi dalam dan luar negeri yaitu Indonesia dan Malaysia, dan diadakan berkat kerjasama antara Pascasarjana IAIN Pontianak dan ATMA UKM dari tanggal 24-26 Juni 2014.

Rombongan IAIN Pontianak bertolak menuju Kuching pada tanggal 22 Juni 2014 malam hari menggunakan bus Asia dan melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur menggunakan pesawat udara. Rombongan IAIN Pontianak tiba di Kuala Lumpur International Airport pada 23 Juni 2014. Perjalanan pulang ke Pontianak menggunakan bus Asia pada 27 Juni 2014.

Kolokium#3

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here