IAIN Pontianak

IAIN Pontianak Gelar Sharing Knowledge Bersama SPI BPJPH, Perkuat Manajemen Risiko dan Pengawasan Internal

Pontianak (iainptk.ac.id) Jumat, 16 Oktober 2026 — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menggelar kegiatan Sharing Knowledge Satuan Pengawasan Internal (SPI) tentang manajemen risiko bersama SPI Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), (16/10). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Senat, Lantai 4 Gedung Rektorat IAIN Pontianak, sebagai upaya memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan efektivitas pengawasan internal, serta mendorong pengelolaan risiko yang lebih terarah.

Wakil Rektor II IAIN Pontianak, Dr. Zulkifli, S.Ag., M.A., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran SPI BPJPH yang telah hadir untuk berbagi pengetahuan dan memberikan masukan bagi penguatan sistem pengawasan di lingkungan IAIN Pontianak.

Menurutnya, keterlibatan pihak eksternal menjadi kesempatan penting bagi institusi untuk memperoleh penilaian yang objektif terhadap pelaksanaan tata kelola dan mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki.

“Terima kasih kepada pihak SPI dari BPJPH. Kami sangat terbuka atas kehadiran pihak eksternal untuk memberikan penilaian kepada kami. Karena kita tidak bisa menilai kekurangan diri kita sendiri kalau bukan orang lain yang menilai,” ungkapnya.

Selain memperkuat manajemen risiko, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi IAIN Pontianak untuk mempelajari strategi pengembangan kelembagaan, khususnya dalam mendorong lembaga agar dapat menjadi Lembaga Penyedia Halal.

Zulkifli berharap, melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman bersama SPI BPJPH, pengelolaan manajemen risiko serta pengembangan LP3H di lingkungan IAIN Pontianak dapat semakin berkembang dan mencapai status yang lebih progresif.

“Kami juga ingin mengetahui bagaimana strategi agar lembaga kita ini bisa menjadi Lembaga Penyedia Halal. Semoga setelah kegiatan ini, manajemen risiko dan LP3H kita bisa melangkah ke status yang lebih progresif ke depannya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SPI BPJPH Jakarta, H. Mohamad Fitri, S.Ag., M.Ak., menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memberikan pemahaman mengenai strategi SPI dalam mengelola risiko serta memperkuat sistem pengawasan internal di lingkungan institusi.

Ia menegaskan bahwa manajemen risiko memiliki keterkaitan erat dengan pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI). Melalui penguatan pemahaman dan penerapan strategi pengawasan yang tepat, instansi diharapkan mampu mengantisipasi potensi permasalahan sejak dini sehingga dapat meminimalkan risiko munculnya temuan pada kemudian hari.

“Bapak dan Ibu sekalian, kehadiran kami hari ini akan membuka semua bagaimana strategi SPI untuk memanajemen risiko. Ini terkait Audit Mutu Internal sebuah instansi. Kami memberikan pengarahan dan materi yang urgen agar tidak terbentuk temuan di kemudian hari,” jelas Mohamad Fitri.

Ia berharap, materi dan pengalaman yang dibagikan dalam kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pengawasan internal dan tata kelola kelembagaan di IAIN Pontianak.

“Harapannya, kehadiran kami di kegiatan ini memberikan dampak positif bagi IAIN Pontianak,” tutupnya.

Melalui kegiatan Sharing Knowledge ini, IAIN Pontianak diharapkan dapat memperkuat budaya sadar risiko, meningkatkan efektivitas pengawasan internal, serta membangun tata kelola kelembagaan yang lebih akuntabel dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Kolaborasi dengan SPI BPJPH juga menjadi langkah strategis dalam memperluas wawasan kelembagaan, khususnya terkait pengelolaan risiko dan pengembangan layanan di bidang jaminan produk halal.

Penulis : Aditya

Editor : Bambang

Scroll to Top