Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak meluluskan 198 lulusan. Yudisium Angkatan ke-XXXVI, dilaksanakan pada Kamis (19/7) di Gedung Abdul Rani Mahmud IAIN Pontianak. Di antara lulusan yang diyudisum tersebut ada lulusan yang meraih prestasi membanggakan dengan IPK 4,00. Rektor IAIN Pontianak hadir memberi sambutan dan ikut melepas lulusan FTIK bersama para pejabat lainnya. Dalam kesempatan tersebut hadir pula Kepala Biro AUAK IAIN Pontianak, Wakil Rektor I Demisioner, Dr. Hermansyah dan Dekan FTIK IAIN Pontianak Demisioner, Dr. Lailial Muhtifah.

Dalamsambutannya, Dekan FTIK IAIN Pontianak, Dr. Ali Hasmy, M.Si mengungkapkan salah satu tanda kebesaran Allah digilirkannya siang dan malam. Diciptakannya sesuatu berpasangan baik dalam diri manusia maupun alam semesta. Pergiliran merupakan sunnatullah. Dalam konteks kekinian di IAIN Pontianak terjadi proses pergiliran kepemimpinan dari periode lama ke periode baru. Berikutnya, ada pertemuan juga ada perpisahan. Perpisahan juga merupakan sunnatullah yang harus dilakukan. Oleh karena itu pihaknya sangat bangga melepaskan mahasiswa yang di yudisium hari ini agar bertebaran di seluruh muka bumi untuk mendidik, mencari nafkah, dan mengabdi pada masyarakat.

“Dalam periode ini kami akan melaunching sebuah operating system baru yang dinamakan Career Central of Operating System. Sistem ini mempertemukan antara alumni kita dan para pencari kerja lewat dunia maya. Mengapa ini kami lakukan, karena kami tidak ingin FTIK hanya bertugas meluluskan mahasiswa, namun kami juga ingin memfasilitasi alumni dalam mencari peluang pekerjaan.” jelasnya.

“Kami juga ingin melaporkan kepada Bapak Rektor IAIN Pontianak bahwa mahasiswa yang di yudisium hari ini berjumlah 198 orang. Selalu menjadi yang terbanyak di IAIN Pontianak. Dengan rincian PAI Reguler A 118 orang, PAI Reguler B 36 orang, PAI kualifikasi S1 10 orang, PBA 26 orang, PGMI 7 orang, PIAUD 2 orang. Dengan IPK tertinggi 4,00. Ini merupakan prestasi yang luar biasa dan seingat saya ini merupakan rekor di IAIN Pontianak.” urainya. Pada kesempatan yang sama, Rektor IAIN Pontianak, Dr. H. Syarif, MA menyampaikan kepada mahasiswa yang di yudisium untuk mengembangkan diri dengan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi seperti S2. Menurutnya hal ini penting karena menuntut ilmu seperti memanjat kelapa. Jika memanjat hati-hati maka akan sampai ke pucuknya dan meminum buah segarnya.

“Guru saya berpesan untuk terus sekolah. Jangan khawatir, Allah punya banker sendiri bagi orang-orang yang menuntut ilmu.” motivasinya.
Ia pun juga berpesan kepada peserta yudisium, “Tampillah di masyarakat menjadi tokoh akmodatif dan inklusif di masyarakat. Mendekati masyarakat dengan cara persuasif yang inklusif. Hari ini jika kita mengandalkan dan membanggakan kepintaran di masyarakat tidak akan laku. Karena saat ini di masyarakat banyak orang pintar. Jika membanggakan kepintaran, maka masyarakat akan mencap kita sebagai orang sombong. Masyarakat hari ini lebih membutuhkan solusi daripada ilusi dan provokasi. Untuk mewujudkan hal ini diperlukan sikap yang bijak yang dapat memecahkan masalah secara bersama-sama. Jadilah kalian sosok yang tidak antagonis dan rendah hati, tidak sombong.” nasihatnya.

Terakhir, PTKIN sebagai garda terdepan dari negara ini harus menjadi poros utama dalam menanamkan jati diri yang berlandaskan moderasi dalam bèragama yakni Islam Washatiyah. Rektor berharap seluruh alumni nantinya dapat menjadi duta yang baik dalam menyampaikan Visi Misi IAIN Pontianak di masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut pula Dekan FTIK IAIN Pontianak, Dr. Ali Hasmy, M.Si memberikan penghargaan sekaligus kenang-kenangan untuk Dekan FTIK IAIN Pontianak Demisioner, Dr. Hj. Lailial Muhtifah, M.Pd dan Wakil Dekan I FTIK IAIN Pontianak Demisioner, Eka Hendry Ar, M.Si., M.Pd.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here