JAKARTA (iainptk.ac.id)—Rektor IAIN Pontianak Dr. Syarif dan Rektor Ezzitouna Tunisia Prof. Dr. Hichem Grissa melakukan pertemuan penting pada Senin pagi (21/1) di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas tindaklanjut Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati beberapa tahun silam.

Adapun kesepakatan yang dihasilkan dari pertemuan itu diantaranya adalah pertukaran mahasiswa dan dosen dari kedua kampus tersebut. Di samping itu pihak Ezzitouna University juga memberikan kesempatan kepada tenaga pendidik dan alumni di lingkungan IAIN Pontianak untuk mendaftar kuliah S3 kapan saja, sepanjang tahun. Ada pula peluang short course bagi dosen yang memenuhi syarat. Kabar gembira lainnya adalah penerbitan karya tulis ilmiah bagi dosen dan mahasiswa di jurnal yang terakreditasi di Ezzitouna dan IAIN Pontianak.

“Kesepakatan yang dilahirkan dari pertemuan dengan Rektor University Ezzitouna Tunisia hari ini perlu disambut dan segera ditindaklanjuti. Kesemuanya dapat berpengaruh pada meningkatan kualitas mutu kampus IAIN Pontianak. Dosen dan mahasiswa mesti produktif lagi dalam berkarya. Tulisan-tulisan yang berkualitas dapat diterbitkan di Jurnal kampus Ezzitouna yang telah terakreditasi. Kita akan pelajari kemungkinan untuk menyiapkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) pada bidang ilmu qira’ah, bahasa Arab, Hukum Islam, Ekonomi Syariah, Mawaris dan lain-lain melalui pertukaran mahasiswa ke Tunisia” paparnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan IAIN Pontianak Dr. Saifuddin Herlambang dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Pontianak, Dr. Abdul Mukti Ro’uf. Di samping itu hadir juga Direktur Ma’had alhadarah University Ezzitouna Prof. Dr. Ilyess Giloussem.

Usai pembahasan tersebut, Rektor Syarif menyerahkan cenderamata berupa plakat IAIN Pontianak kepada Rektor University Ezzitouna.

Penulis: Aspari Ismail
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here