Rektor Melepas 1.012 Mahasiswa Mengikuti PBM

0
527 views

Pontianak (iainptk.ac.id) — Rektor IAIN Pontianak melepas 1012 Mahasiswa untuk mengikuti Kegiatan Pekan Bakti Mahasiswa (PBM). Pelepasan ini berlangsung di Gedung Sport Center, pada hari Kamis (13/02). Kegiatan PBM ini merupakan agenda tahunan yang digagas oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Pontianak. Tema yang diangkat dari kegiatan PBM tahun ini adalah Ayo Mengabdi untuk Desa Mandiri.

Selaku Ketua panitia, Charul Hatami melaporkan “Kegiatan Pekan Bakti Mahasiswa tahun 2020, diikuti oleh mahasiswa angakatan 2019. Total peserta yang sudah mendaftar berjumlah 1.012 mahasiswa. Jumlah ini merupakan jumlah mahasiswa terbanyak selama PBM dari tahun-tahun sebelumnya. Kami selaku panitia melaporkan, Lokasi PBM tahun 2020 berlokasi di Kuala mandor B dengan 4 Desa dan 58 posko/kelompok.”

Ketua DEMA IAIN Pontianak, M. Ali Fahmi menyampaikan “PBM merupakan kegiatan tahunan yang di adakan oleh DEMA IAIN Pontianak. Salah satu yang menjadi landasan kenapa hari ini DEMA harus mengadakan PBM adalah kita ingin mendukung Visi dan Misi IAIN Pontianak. Salah satunya Misi no 4. Yang menyebutkan Meningkatkan peran pengabdian dalam upaya menyelesaikan persoalan kemasyarakatan”.

“Tugas mahasiswa hari ini menyampaikan kebenaran-kebenaran kepada masyarakat. Mengeluarkan narasi yang penuh kebermanfaatan. Hari ini kalian dari berbagai fakultas, kalian memiliki kemampuan masing-masing.  Sehingga ketika kalian turun kepada masyarakat, berbagilah kemampuan kalian kepada masyarakat disana.” Tegasnya.

Rektor IAIN Pontianak Syarif, MA., menguatkan “Kegiatan PBM ini merupakan rangkaian yang tidak terputus dari kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) IAIN Pontianak. Bagi yang tidak ikut kegiatan PBM, mahasiswa tidak diperbolehkan mengusulkan proposal penelitian.”

“Salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. Dengan mengikuti PBM mahasiswa secara langsung akan mengamalkan Tri Darma yang ke tiga tersebut.”tambahnya

Selain itu “Biar bisa di terima dalam masyarakat. Mahasiswa harus memiliki akhlak yang mulia. Akhlak mulia itu adalah sumber perkataan dan perbuatan. Akhlak itu sumber perbuatan hati, yang bisa menghaluskan kata-kata, yang bisa melembutkan perbuatan, untuk itulah kalian harus memahami ajaran agama secara baik. Pesannya.

Rektor juga mengingatkan, mahasiswa IAIN Tidak boleh radikal. Indikator orang yang radikal adalah anti NKRI, anti-Pancasila dan UU Dasar, Intoleran antar dan intra umat beragama. Serta Ikut dalam mendirikan khilafah Islamiyah mau dalam bentuk fikiran atau karya.

Pesan rektor terakhir dalam katasambutan “Selamat berjuan, kalian adalah duta IAIN Pontianak. Jangan petantang petenteng, belajar berempati di masyarakat. Dan untuk panitia, boleh jadi ada PBM susulan bagi yang hari ini tidak bisa mengikiti BPM. Pinta kami lakukan promosi di masyarakat, kabarkan IAIN Pontianak hari ini.” tutupnya dengan memukul gong, bertanda pelepasan secara resmi sudah dilakukan.

Editor: Mulyadi
Penulis: Bambang Eko Priyanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here