Anggota Club Menulis IAIN Pontianak Terbaik Kedua di LKTS-PENTAS 2015

0
84 views

68.0

Zainal Arifin, anggota Club Menulis Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak meraih prestasi terbaik kedua dalam Lomba Karya Tulis Sejarah Pekan Cinta Nasional (LKTS-PENTAS) Kebudayaan 2015 Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.  Berdasarkan surat Panitia, Nomor: 2669/FS.2/LL/2015 tanggal 13 Juli 2015 makalah Zainal berjudul “Nasionalisme di Kalangan Orang Iban di Kapuas Hulu Kalimantan Barat” lolos dalam tahap seleksi makalah. Berdasarkan itu pula, mahasiswa Jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir Fakultas Uhsuluddin, Adab dan Dakwah (IAT-FUAD) ini mendapatkan kesempatan presentasi di Semarang pada tanggal 5-9 Agustus 2015.

“Lolos sepuluh besar LKTS PENTAS 2015 bagi saya adalah sebuah anugerah. Bukan dikarenakan saya hebat menulis. Hal ini dikarenakan bimbingan dari pembimbing Club Menulis, Motivasi dari Pembina dan teman-teman Club Munulis serta teman-teman sekelas di IAT”, jelas Zainal membahas kelolosannya.

Menjadi terbaik kedua merupakan hal yang tak terbayangkan oleh Zainal. Mahasiswa dari Kapuas Hulu ini merasa menjadi 10 besar LKTS PENTAS 2015 adalah kesempatan untuk memeroleh inspirasi.

“Dengan perginya ke Semarang saya mendapatkan banyak inspirasi, bertemu dan berdialog dengan orang-orang hebat, serta penulis-penulis muda, untuk memacu semangat saya menulis. Saya bisa bertemu dengan sejarawan yang saya kagumi”

“Alhamdulillah kita mendapatkan prestasi ini”, lanjutnya.

Terbaik kedua di PENTAS merupakan prestasi kedua Zainal di bidang kepenulisan. Sebelumnya, ia meraih juara harapan kedua dalam lomba penulisan Sejarah dan Budaya Tingkat Mahasiswa Kalimantan Barat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar. Dalam perlombaan tersebut, dua temannya di Club Menulis Yuyun Nailufar dan Siti Muslikhah meraih juara I dan II.

“Terima kasih Club Menulis, pembina, pembimbing club dan teman-teman semua. Semoga apa yang kita lakukan mendapatkan berkah dari Allah dan menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat”, tutup penulis buku Iban di Kapuas Hulu: Narasi Perjalanan Sungai Besar dan Pengerak ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here